Mengurangi Kerentanan Keamanan pada Drupal, Joomla dan Wordpress
Drupal, Joomla dan WordPress (DJW) adalah 3 (tiga) dari sekian banyak Content Management System (CMS) yang paling populer yang digunakan untuk membangun website / blog. Malah sekarang ini, ketiga platform tersebut banyak digunakan oleh organisasi dan para pemilik usaha kecil menengah untuk mengembangkan usahanya dengan asumsi biaya yang lebih sedikit dibanding membangun website sendiri.Bagi saya sendiri, memang jarang mendengar adanya semacam penyalahgunaan sistem DJW oleh pihak ketiga. Entah itu gaptek atau kurang gaul, tapi pada akhirnya saya pun pernah melihat sebuah website organisasi daerah yang mengalaminya. Website tersebut menggunakan CMS WordPress dan telah ter-deface dan akhirnya saat ini sudah tidak aktif lagi.
Bagi pemula seperti saya yang baru mengetahui hal-hal diatas, dan pastinya saya juga bukanlah seorang yang bisa diandalkan untuk mengatasi bila semua itu terjadi (ya,bahkan untuk blog yang ini). Dengan tujuan untuk belajar dan berbagi, ada berbagai pilihan berdasarkan waktu dan anggaran, untuk setiap pemilik situs/blog dapat melindungi diri mereka sendiri dan penggunanya – sebelum kita yang menjadi korban.Pastikan Semua Kegiatan Situs/Blog Terlihat
Para pemilik dan administrator CMS “diharuskan”secara teratur memeriksa laporan kegiatan database untuk memastikan pengguna hanya berwenang yang mengakses database. Untuk meningkatkan keamanan, mereka harus memberikan pengguna hak istimewa yang berbeda, yang memungkinkan mereka untuk mengakses hanya bagian yang relevan dengan tanggung jawab mereka.Mengawasi Perubahan Teknis
Meskipun sebuah website CMS bisa mempunyai struktur yang memusingkan seperti post, page, landing page, dan lain-lain, pada akhirnya semua itu tak lebih dari kumpulan konten dalam tabel database tertentu. Dengan demikian, instalasi modul/plugins baru dapat menyebabkan terbukanya celah keamanan baru. Pada saat mengganti, menghapus atau mengubah nama tabel juga dapat menyebabkan masalah.Sistem Keamanan Database
Sebuah sistem keamanan database diharapkan dapat menganalisa perubahan database, mendeteksi dan pencegahan SQL injection. Untuk yang satu ini, hampir semua website rentan terhadap serangan tersebut.Mendeteksi Link Berbahaya
Untuk penggunaan DJW sebagai blog, yang menginjinkan para pembaca dan penggunanya untuk mengakses fitur kometar harusnya “always keep alert” untuk yang satu ini. Pemberian link menuju situs yang berfungsi sebagai host malware pada kolom komentar dapat menyebabkan blog dan PC pengelola juga dapat terinfeksi.Optimalisasi Script Pemrograman
Script PHP sebagai dasar pembuatan DJW yang mungkin tidak optimal dapat mengundang bahaya tersediri. Penambahan fitur-fitur secara pribadi yang biasanya tulis dalam bahasa pemrograman PHP pastinya sering dilakukan oleh para pemilik dan administrator blog. Pengembangan sistem Framework pada DJW setidaknya menolong para pengembang blog untuk meminimalisir kesalahan dalam penulisan script.Pencurian Data Internal
Blog sebagai wadah sosial pun saat ini tidak asing lagi. Banyak blog yang memiliki banyak admin dan narasumber. Yang namanya isi hati manusia itu cuma dirinya sendiri dan Tuhan yang tahu. So, ada baiknya berhati-hati memberikan akses dan pembagian tugas dalam sistem blogging.Server/Hosting Web
Banyak sekali pengguna umum tidak mengenal server Web/blog-nya sendiri. Pelajari semua opsi yang ada dalam memilih sebuah hosting.Backup and Keep up-to-date
Yang terakhir ini sebenarnya adalah tahap awal dari semuanya. Backup database dan file “wajib” dilakukan secara berkala. Kalau menurut saya, semakin sering intensitas update dan penambahan konten, sebaiknya backup dilakukan secara otomatis dengan rentang waktu yang pendek.Rajin dan aktif mengikuti perkembangan teknologi, khususnya yang berkaitan dengan keamanan Drupal, Joomla dan WordPress pun tidak kalah pentingnya.
Situs Berita Terbaru Dan Terbaik
